Saturday, October 22, 2005

Wisata Indonesia : 5 Objek Wisata Pulou Lombok yang Wajib di Kunjungi

Lombok adalah sebuah pulau yang terletak di timur pulau Bali, dan masuk ke wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat yang beribukota di Mataram. Kota Mataram ini sendiri terletak di Pulau lombok, sehingga, Pulau Lombok (khususnya Mataram) relatif lebih makmur dan kehidupan masyarakatnya lebih maju daripada sodara sebelah timurnya, Pulau Sumbawa.

Beberapa hal banyak terkenal dari pulau ataupun provinsi ini. Mulai dari makanan khas, madu sumbawa sampai ke susu kuda liar sumbawa. Dari suku sasak, suku pribumi penghuni pulau lombok sampai ke tempat wisatanya. begitu familiarnya pesona senggigi dan 3 gili yang ada disini. tapi sekali lagi, ini masih kawasan NTB, Nasib Tergantung Bali, apalagi dengan jarak yang sangat dekat dengan pulau bali, membuat lombok semakin terabaikan. banyak yang bilang, lombok itu bali 25 tahun yang lalu. semoga NTB menjadi Next Time Better.

Selain pesona 3 gili dan senggigi, disini jga banyak sisi lain wisata lombok yang mungkin belum terekspos keluar. Beberapanya pernah ane singgahin kemaren. berikut beberapa tempat itu, yg menurut ane ga kalah ama tempat tempat wisata lain di indonesia, sekalipun dengan bali.

1. Desa Adat Sade

Desa Sade, Lombok
Sade adalah desa adat yang sangat unik. Rumah-rumahnya yang dibangun bergaya arsitektur Sasak dan penduduknya adalah suku asli Sasak yang bersahaja. Di sini kita bisa berkeliling di perkampungan dan melihat aktifitas penduduk sekitar. Rute kesini agak sedikit turun naik dan berbukit, tapi terdapat anak tangga untuk memudahkan pengunjung. Yang sedikit menarik dari rumah2 penduduk di desa ini adalah lantai rumah-rumah mereka terbuat dari kotoran sapi. Di lokasi ini juga merupakan salah satu spot terbaik untuk mengabadikan human interest melalui jepretan2 kita.

2. Pantai Kuta

Pantai Kuta, Lombok
Jelas bukan Pantai Kuta yg terdapat di bali. ini adalah pantai kuta lombok, yang jauh dari hiruk pikuk keramaian. Perjalanan menuju Pantai Kuta kurang lebih ditempuh selama 45 menit dari Bandara International Lombok. Bandara baru, pengganti Bandara International Selaparang. Di Pantai Kuta ini pasirnya berbentuk seperti butiran2 merica. Aktifitas di tempat ini kita bisa foto-foto atau trekking meyusuri pantai.

3. Pantai Tanjung Aan

Pantai Tanjung Aan, Lombok
Di Pantai Tjg Aan pasirnya berwarna putih dan butirannya sehalus bedak, sangat lembut dan indah. Sangat cocok untuk berjalan santai di pesisir pantai. Bisa mendaki bukit batu yang terdapat disana, dan merupakan salah satu spot poto favorit. Aktifitas di tempat ini kita bisa foto-foto atau trekking meyusuri pesisir pantai.

4. Pantai Seger

Pantai Seger, Lombok
Pantai Seger terletak di belakang hotel Novotel, dan untuk menuju ke sini kita harus berjalan kaki sebentar, jika membawa kendaraan roda empat. Setelah turun dari mobil kita bisa jalan ke kawasan berbukit jadi kita dapat menemukan spot-spot yang berbeda untuk mengabadikan sunset.

5. Pantai Grupuk

Pantai Grupuk, Lombok
Pantai Grupuk merupakan perkampungan nelayan dan walaupun pemandangan sunrise akan sedikit terhalang bukit di kejauhan, tapi kita dapat menggunakan perahu-perahu nelayan yang sandar maupun mengabadikan aktifitas nelayan tsb sebagai foreground dengan sunrise sendiri sebagai backgroundnya.

Monday, October 17, 2005

Wisata Indonesia : Seribu Ketakjuban di Puncak Lawang, Sumatra Barat

Semilir angin sejuk berhempus menerpa tubuh saat bergerak menuju salah satu objek wisata di indonesia ini, Puncak Lawang. Di atas puncak yang berketinggian ± 1.210 m di atas permukaan laut, kita dapat menikmati keindahan kawasan Danau Maninjau dan Samudra Indonesia. Tak heran, tempat ini sejak zaman penjajahan Belanda sudah menjadi pilihan peristirahatan kaum bangasawan Belanda. Dari Puncak Lawang, kita dapat menikmati pemandangan yang memukau. Birunya langit yang berpadu dengan birunya laut. Sambil melayang-layang bebas di udara menjelang mendarat di Bayur, tepian Danau Maninjau, dari atas udara itu kita dapat menikmati keindahan Danau Maninjau yang tiada duanya di dunia ini. Namun keindahan lain akan didapatkan ketika dengan tenang dan bertafakur memandangi Danau Maninjau dari puncak saja.

Di tempat wisata Puncak Lawang, sebaiknya kita tidak hanya menikmati alam dan melakukan Paralayang, tetapi kita juga mesti mencobakan gula tebu (saka) khas Lawang. Saka Lawang ini terkenal dengan kemanisannya yang natural. Tidak jarang, wisatawan yang berkunjung menyempatkan diri membungkus beberapa Saka Lawang untuk dibawa pulang. Puncak Lawang terkenal dengan Sakanya lantaran di sana hampir keseluruhan daerah dipenuhi batang tebu yang sengaja ditanam sebagai mata pencaharian serta rasa gulanya sangat enak dibandingkan gula tebu daerah lain. 

Bagi mereka yang menyukai tantangan dan lintas alam, kita dapat berjalan kaki lereng menuju Danau Maninjau. Atau dapat pula melintasi hutan lindung menuju Embun Pagi. Suasana dan keindahan Embun Pagi tidak kalah saat memandang salah satu keindahan objek wisata indonesia di Puncak Lawang. Jika kita ingin berlama-lama menikmati Danau Maninjau atau ingin menikmati Panorama Embun Pagi, jangan lupa singgah dulu di Pasar Matur, guna membeli Kacang Matur kacang rendang yang gurih untuk menemani perjalanan wisata anda nantinya. Objek wisata Embun Pagi, terletak tidak seberapa jauh dari objek wisata Danau Maninjau dan juga berada pada ketinggian sekitar ± 1.000 M dari permukaan laut. Berada di Embun Pagi memberikan kebebasan pada Anda untuk melayangkan pandangan menikmati keindahan alam sekitarnya. Dari sini, Anda juga bisa menikmati pesona objek wisata Danau Maninjau dari lain sisi. Berbagai fasilitas pendukung juga tersedia di Maninjau, salah satunya Hotel Maninjau.

Jika kita ingin turun menuju Danau Maninjau dari Embun Pagi, kita dapat menggunakan kendaraan pribadi atau bus umum. Perjalanan ke sana akan mengharuskan kita melewati kawasan Kelok Ampek Puluah Ampek. Menjelang sampai di bawah, kita akan menjumpai aneka macam souvenir seperti topi dari anyaman pandan, tas kampia, koleksi kalung, gelang dari tulang serta tanaman menjalar buah labu yang berkhasiat obat sekaligus dapat dijadikan penganan. Kawasan ini diberi nama Kelok Ampek Puluah Ampek, dalam bahasa Indonesianya tikungan 44, karena memang menjelang kita sampai di Danau Maninjau, kita akan melalui tikungan tajam sebanyak 44 kali. Pada tiap tikungan yang tajam itu, selalu diberi tanda sudah berapa tikungan yang kita lewati, dan semua tikungan itu berjumlah 44 buah. Begitu anda sampai di bawah, maka anda akan disambut sebuah simpang tiga. 
Bila belok ke kiri, maka anda bisa pergi berkunjung ke rumah kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, tepatnya di Kampung Muaro Pauh. Di sebuah rumah sederhana 1908 atau 1325 Hijriah disitulah Hamka dilahirkan. Sekarang bangunan bersejarah itu telah ditempatkan sebagai museum rumah kelahiran Buya Hamka. Bila belok ke kanan, anda bisa menuju Lubuk Basung, ibukota kabupaten Agam. Perjalanan menuju Puncak Lawang salah satu perjalanan wisata yang mesti kita lakukan, karena tidak hanya satu sensasi objek wisata, tetapi sensasi lainnya juga akan tercipta. Pastikan Anda ikut melakukan perjalanan ini.

Monday, October 3, 2005

Wisata Indonesia : Pantai Aia Manih Objek Wisata Favorit Kota Padang

Pantai Aia Manih
Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan.
 
Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon kabarnya, batu besar tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. Menurut legenda rakyat, Malin Kundang dan kapalnya dikutuk menjadi batu karena kedurhakaannya pada orang tua. Pantai landai nan luas di Pantai Aia Manih memberikan lokasi bermain bagi para pengunjung. Bahkan di saat pasang surut, pengunjung bisa melihat biota laut yang menyembul ke permukaan.

Pantai Aia Manih
Dengan berjalan kaki, Anda pun bisa menuju Pulau Pisang Kecil yang berada tak jauh dari tepian Pantai Aia Manih. Pulau yang tak begitu luas tersebut, bisa dijadikan tempat peristirahatan sejenak sambil menikmati bekal makanan yang telah dipersiapkan.Pulau Pisang Kecil dihiasi dengan pohon Jambu Kaliang yang bisa dinikmati para pengunjung dengan dgratis. Tapi ingat, jangan terlalu lama menikmati suasana di pulau tersebut. Karena, berselang beberapa jam, air pasang akan berangsur-angsur naik seperti sediakala sehingga akses menuju Pulau Pisang Kecil tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Legenda Malin Kundang
Tak jarang, kalangan muda di Kota Padang juga memanfaatkan Pantai Aia Manih sebagai tempat perkemahan. Debur ombak bergulung di daerah tersebut juga dimanfaatkan para peselancar untuk berselancar. Akses menuju kawasan wisata Pantai Aia Manih dapat dituju dari beberapa arah. Pantai yang terletak di Kecamatan Padang Selatan tersebut, bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 30 menit dari pusat kota. Dari kawasan Gunung Padang pun, para wisatawan dapat menempuh Pantai Aia Manih dengan berjalan kaki. Jalur tersebut cukup melelahkan tapi memberikan pengalaman berpetualang yang menyenangkan. Sejumlah penginapan (homestay) bisa ditemui di Pantai Aia Manih jika Anda ingin menghabiskan malam di kawasan wisata tersebut. Mengenai harga, konon kabarnya tidak terlalu mahal karena dikelola masyarakat setempat.

Thursday, August 18, 2005

Wisata Indonesia : Kesenian Tradisional Didong, Aceh

Kesenian Didong
Masyarakat Gayo di Aceh Tengah hidup di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Mereka tetap melestarikan seni budaya bangsa yang salah satunya adalah Didong. 

Didong adalah kesenian tradisional yang sangat populer dan diminati oleh masyarakat Gayo. Para senimannya dipanggil dengan sebutan ceh-ceh Didong. Ada beberapa nama pemain didong yang terkenal, di antaranya Ceh Lakiki, Ceh To‘et, Ceh Daman, Ceh Ibrahim Kadir, Ceh Ujang Lakiki, Ceh Ucak, Ceh Tujuh, Ceh Idris Sidang Temas, dan Ceh Abd Rauf.

Didong merupakan seni pertunjukkan yang dilakukan oleh para lelaki secara berkelompok (biasanya berjumlah 15 orang), dengan ekspresi yang bebas, sambil duduk bersila atau berdiri sambil mengentak-entakkan kakinya. Mereka melantunkan syair-syair berbahasa Gayo dengan suara merdu, sambil manabuh gendang, bantal atau panci dan bertepuk tangan secara bervariasi, sehingga memunculkan suara dan gerak yang indah dan menarik.

Kesenian Didong, Kebanggana masyarakat Gayo
Seni pertunjukkan tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Gayo ini mampu bertahan hingga sekarang di tengah perkembangan teknologi dan pengaruh westernisasi. Masyarakat tidak bosan-bosannya menyaksikan ceh-ceh didong berdidong di hampir setiap malam minggu. Pertunjukannya pun dilakukan hingga semalam suntuk (dari isya hingga subuh). 

Syair-syair yang dilantunkan dengan kekuatan perpaduan konfigurasi seni gerak, sastra dan suara bagaikan “menyihir” para penonton untuk “hanyut” dan terus mendengar refleksi sosial dan religius dari ceh-ceh didong tentang berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat, beserta hubungan manusia dengan alam, agar hidup ini dapat disikapi secara bijaksana.

Regenerasi seniman Didong
Regenerasi seniman Didong berjalan baik, karena hampir di setiap generasi muncul seniman-seniman berbakat dan fenomenal. Mereka umumnya bersekolah di sekolah “rimba”. Pengetahuan yang mereka peroleh adalah pengetahuan tentang kosmologi alam, sebagai bentuk kesadaran mikrokosmos dalam struktur realitas, dan pengetahuan akan pengetahuan dan kearifal lokal serta kebijaksanaan. Pesan-pesan yang mereka sampaikan dalam berkesenian adalah pesan-pesan humanis dan hati nurani rakyat. Tidak berlebihan apabila Sutradara Garin Nugroho, menyebutkan bahwa Aceh adalah gudang seniman handal.

Kabupaten Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Akses menuju Kabupaten Aceh Tengah lebih mudah ditempuh melalui Kota Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam. Ada sebuah terminal kecil tempat mangkal angkutan elf yang khusus ke Takengon dengan tarif kurang lebih sebesar Rp. 25.000,00 (Januari 2008) dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Selain dari Kota Bireun, ada jalan alternatif menuju Kabupaten Aceh Tengah, yaitu melalui wilayah Blang Kejeren dan Kutacane.

Saturday, August 13, 2005

Wisata Indonesia : Benteng Indra Patra, Aceh

Plang Benteng Indra Patra
Benteng Indra Patra dibangun oleh Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu pertama di Aceh (Indra Patra) pada masa sebelum kedatangan Islam di Aceh, yaitu pada abad ke tujuh masehi. 

Benteng ini dibangun dalam posisi yang cukup strategis karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka, sehingga berfungsi sebagai benteng pertahanan dari serangan armada Portugis. Pada masa Sultan Iskandar Muda, dengan armada lautnya yang kuat dibawah pimpinan Laksamana Malahayati, sebagai laksamana wanita pertama di dunia, benteng ini digunakan sebagai pertahanan kerajaan Aceh Darussalam

Benteng Indra Patra
 Sebagai situs sejarah yang penting – dalam menyambut Visit Indonesia 2008, pemerintah Aceh melalui Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Aceh terus berupaya merenovasi benteng tersebut.

Benteng ini berukuran besar dan berkonstruksi kokoh, berarsitektur unik, terbuat dari beton kapur. Saat ini jumlah benteng yang tersisa hanya dua, itu pun pintu bentengnya telah hancur terkena tsunami. Pada awalnya ada tiga bagian besar benteng yang tersisa. Benteng yang paling besar berukuran 70 x 70 meter dengan ketinggian 3 meter lebih. Ada sebuah ruangan yang besar dan kokoh berukuran 35 x 35 meter dan tinggi 4 meter. Rancangan bangunannya terlihat begitu istimewa dan canggih, sesuai pada masanya karena untuk mencapai bagian dalam benteng, harus dilalui dengan memanjat terlebih dahulu.

Benteng Indra Patra
Benteng ini terletak di dekat pantai Ujong Batee, Desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Tidak ada angkutan khusus yang menuju ke lokasi benteng. Dari Kota Banda Aceh berjarak sekitar 19 km. Apabila ditempuh dengan kendaraan pribadi kurang lebih 35 menit. Apabila naik angkutan umum, yaitu labi-labi jurusan Banda Aceh-Krueng Raya dapat ditempuh dalam waktu 40 menit dengan biaya sebesar Rp. 4.000.

Monday, August 8, 2005

Wisata Indonesia : Tarian Sintren, Indramayu


Dari segi asal usul bahasa (etimologi) Sintren merupakan gabungan dua suku kata “Si” dan “tren”. Si dalam bahasa Jawa berarti “ia” atau “dia” dan “tren” berarti “tri” atau panggilan dari kata “putri” (Sugiarto, 1989:15). Sehingga Sintren adalah ” Si putri” yang menjadi pemeran utama dalam kesenian tradisional Sintren.

Legenda Sintren

Kesenian sintren diawali dari cerita rakyat/legenda yang dipercaya oleh masyarakat dan memiliki dua versi. Versi pertama, berdasar pada legenda cerita percintaan Sulasih dan R. Sulandono seorang putra Bupati di Mataram Joko Bahu atau dikenal dengan nama Bahurekso dan Rr. Rantamsari. Percintaan Sulasih dan R. Sulandono tidak direstui oleh orang tua R. Sulandono. Sehingga R. Sulandono diperintahkan ibundanya untuk bertapa dan diberikan selembar kain (”sapu tangan”) sebagai sarana kelak untuk bertemu dengan Sulasih setelah masa bertapanya selesai. Sedangkan Sulasih diperintahkan untuk menjadi penari pada setiap acara bersih desa diadakan sebagai syarat dapat bertemu R. Sulandono.
Tepat pada saat bulan purnama diadakan upacara bersih desa diadakan berbagai pertunjukan rakyat, pada saat itulah Sulasih menari sebagai bagian pertunjukan, dan R. Sulandono turun dari pertapaannya secara sembunyi-sembunyi dengan membawa sapu tangan pemberian ibunya. Sulasih yang menari kemudian dimasuki kekuatan spirit Rr. Rantamsari sehingga mengalami “trance” dan saat itu pula R. Sulandono melemparkan sapu tangannya sehingga Sulasih pingsan. Saat sulasih “trance/kemasukan roh halus/kesurupan” ini yang disebut “Sintren”, dan pada saat R. Sulandono melempar sapu tangannya disebut sebagai “balangan”. Dengan ilmu yang dimiliki R. Sulandono maka Sulasih akhirnya dapat dibawa kabur dan keduanya dapat mewujudkan cita-citanya untuk bersatu dalam mahligai perkawinan.

Versi kedua, sintren dilatar belakangi kisah percintaan Ki Joko Bahu (Bahurekso) dengan Rantamsari, yang tidak disetujui oleh Sultan Agung Raja Mataram. Untuk memisahkan cinta keduanya, Sultan Agung memerintahkan Bahurekso menyerang VOC di Batavia. Bahurekso melaksanakan titah Raja berangkat ke VOC dengan menggunakan perahu Kaladita (Kala-Adi-Duta). Saat berpisah dengan Rantamsari itulah, Bahurekso memberikan sapu tangan sebagai tanda cinta.
Tak lama terbetik kabar bahwa Bahurekso gugur dalam medan peperangan, sehingga Rantamsari begitu sedihnya mendengar orang yang dicintai dan dikasihi sudah mati. Terdorong rasa cintanya yang begitu besar dan tulus, maka Rantamsari berusaha melacak jejak gugurnya Bahurekso. Melalui perjalan sepanjang wilayah pantai utara Rantamsari menyamar menjadi seorang penari sintren dengan nama Dewi Sulasih. Dengan bantuan sapu tangan pemberian Ki Bahurekso akhirnya Dewi Rantamsari dapat bertemu Ki Bahurekso yang sebenarnya masih hidup.
Karena kegagalan Bahurekso menyerang Batavia dan pasukannya banyak yang gugur, maka Bahurekso tidak berani kembali ke Mataram, melainkan pulang ke Pekalongan bersama Dewi Rantamsari dengan maksud melanjutkan pertapaannya untuk menambah kesaktian dan kekuatannya guna menyerang Batavia lain waktu. Sejak itu Dewi Rantamsari dapat hidup bersama dengan Ki Bahurekso hingga akhir hayatnya.

Tahapan menjadi Sintren

Tahapan menjadikan sintren dilakukan oleh Pawang dengan membawa calon penari sintren bersama dengan 4 (empat) orang pemain. Dayang sebagai lambang bidadari (Jawa: Widodari patang puluh) sebagai cantriknya Sintren. Kemudian Sintren didudukkan oleh Pawang dalam keadaan berpakain biasa dan didampingi para dayang/cantrik.
Pawang segera menjadikan penari sintren secara bertahap, melalui tiga tahap:
Tahap Pertama, pawang memegang kedua tangan calon penari sintren, kemudian diletakkan di atas asap kemenyan sambil mengucapkan mantra, selanjutnya calon penari sintren dengan tali melilit ke seluruh tubuh.
Tahap Kedua, calon penari sintren dimasukkan ke dalam sangkar (kurungan) ayam bersama busana sintren dan perlengkapan merias wajah. Beberapa saat kemudian kurungan dibuka, sintren sudah berdandan dalam keadaan terikat tali, lalu sintren ditutup kurungan kembali.
Tahap Ketiga, setelah ada tanda-tanda sintren sudah jadi (biasanya ditandai kurungan bergetar/bergoyang) kurungan dibuka, sintren sudah lepas dari ikatan tali dan siap menari. Selain menari adakalanya sintren melakukan akrobatik diantaranya ada yang berdiri diatas kurungan sambil menari.
Selama pertunjukan sintren berlangsung, pembakaran kemenyan tidak boleh berhenti.

Balangan dan Temohan

Balangan yaitu pada saat penari sintren sedang menari maka dari arah penonton ada yang melempar (Jawa : mbalang) sesuatu ke arah penari sintren. Setiap penari terkena lemparan maka sintren akan jatuh pingsan. Pada saat itu, pawang dengan menggunakan mantra-mantra tertentu kedua tangan penari sintren diasapi dengan kemenyan dan diteruskan dengan mengusap wajah penari sintren dengan tujuan agar roh bidadari datang lagi sehingga penari sintren dapat melanjutkan menari lagi. Sedangkan temohan adalah penari sintren dengan nyiru/tampah atau nampan mendekati penonton untuk meminta tanda terima kasih berupa uang ala kadarnya.

            Paripurna
  • Tahap pertama, penari sintren dimasukkan ke dalam kurungan bersama pakain biasa (pakaian sehari-hari).
  • Tahap kedua, pawang membawa anglo berisi bakaran kemenyan mengelilingi kurungan sambil membaca mantra sampai dengan busana sintren dikeluarkan.
  • Tahap ketiga, kurungan dibuka, penari sintren sudah berpakain bisasa dalam keadaan tidak sadar. Selanjutnya pawang memegang kedua tangan penari sintren dan meletakkan di atas asap kemenyan sambil membaca mantra sampai sintren sadar kembali.

Tempat Penyajian Sintren

Tempat yang digunakan untuk pertunjukan kesenian sintren adalah arena terbuka. Maksudnya berupa arena pertunjukan yang tidak terlihat batas antara penonton dengan penari sintren maupun pendukungnya.Hal ini dimaksudkan agar lebih komunikatif dengan dibuktikan pada saat acara balangan dan temohan, dimana antara penonton dan penari sintren terlihat menyatu dalam satu pertunjukan dengan ikut menari setelah penonton melakukan balangan pada penari sintren.

Waktu Penyajian

Pegelaran sintren semula disajikan pada waktu sunyi dalam malam bulan purnama dan menurut kepercayaan masyarakat lebih utama lagi kalau dipentaskan pada malam kliwon, karena dikandung maksud bahwa sintren sangat berkaitan dengan kepercayaan adanya roh halus yang menjelma menyatu dengan penari sintren. Namun demikian pada saat sekarang ini pertunjukan sintren dapat dilaksanakan kapan saja baik siang atau malam hari tidak tergantung pada malam bulan purnama.

Busana Sintren 

Busana yang digunakan penari sintren dulunya berupa pakaian kebaya (untuk atasan) sekarang ini menggunakan busana golek. Busana kebaya ini lebih banyak dipakai oleh wanita yang hidup di desa-desa sebagai busana keseharian.
Adapun macam-macam busana yang lain sebagai pelengkap busana penari sintren dapat diuraikan sebagai berikut :
Baju keseharian, yang dipakai sebelum pertunjukan kesenian sintren berlangsung.
Baju golek, adalah baju tanpa lengan yang biasa dipergunakan dalam tari golek.
Kain atau jarit, model busana wanita Jawa. Celana Cinde, yaitu celana tiga perempat yang panjangnya hanya sampai lutut. Sabuk, yaitu berupa sabuk lebar dari bahan kain yang biasa dipakai untuk mengikat sampur. Sampur, berjumlah sehelai/selembar dililitkan di pinggang dan diletakkan di samping kiri dan kanan kemudian diutup sabuk atau diletakkan didepan.
Jamang, adalah hiasan yang dipakai dikepala dengan untaian bunga melati di samping kanan dan kiri telinga sebagai koncer. Kaos kaki hitam dan putih, seperti ciri khas kesenian tradisional lain khususnya di Jateng. Kacamata Hitam, berfungsi sebagai penutup mata karena selama menari, sintren selalu memejamkan mata akibat kerasukan “trance”, juga sebagai ciri khas kesenian sintren dan menambah daya tarik/mempercantik penampilan.

Friday, August 5, 2005

Wisata Indonesia : 4 objek Wisata Indonesia yang berstatus status “World Heritage of Nature”.

1. Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasiona Ujung Kulon
Taman yang menjadi taman nasional pertama yang diresmikan di Indonesia ini mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Taman nasional ini terletak di bagian paling barat dari Pulau Jawa. Taman yang juga meliputi wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang ini memiliki luas sekitar 1.206 km2, di mana 443 km2 di antaranya adalah laut. Sebenarnya, pada awalnya, taman ini merupakan daerah pertanian sampai akhirnya menjadi hancur lebur dan habis penduduknya akibat letusan Gunung Krakatau pada tanggal 27 Agustus 1883. Kejadian tersebut menyebabkan kawasan ini kembali menjadi hutan.

Saat ini kawasan tersebut dijadikan sebagai kawasan perlindungan untuk satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Satwa langka lain yang dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

2. Taman Nasional Komodo

Taman Nasiona Komodo
 Taman Nasional Komodo mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Taman yang terletak di antara pulau Sumbawa dan Flores ini terdiri atas tiga pulau besar, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya. Taman ini didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo serta habitatnya. Selain komodo, di taman nasional ini juga terdapat sekitar 277 spesies hewan lainnya yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Selain itu, terdapat pula sekitar 253 spesies terumbu karang di perairannya yang terkenal juga sebagai salah satu titik terbaik di dunia untuk menyelam. Kini, taman nasional ini juga masuk menjadi salah satu dari nominasi 7 keajaiban dunia.

3. Taman Nasional Lorentz 

Taman Nasional Lorentz
 Taman Nasional Lorentz, Papua Barat diakui oleh UNESCO pada tahun 1999. Dengan luas wilayah sebesar 25.000 km2, taman nasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Taman ini memiliki keanekaragaman hayati yang mengagumkan. Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di taman ini berjumlah sekitar 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini yakni dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx). Satwa mamalia yang tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.
4. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan) 

Warisan hutan hujan tropis Sumatera yang meliputi tiga taman nasional tersebut mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 2004.

Taman Nasional Gunung Laseur
 Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sendiri merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua provinsi, yakni Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. TNGL ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pengunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis. Di kawasan TNGL ini, terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.


Taman Nasiona Kerici Seblat
Sedangkan, taman nasional Kerinci Seblat merupakan taman nasional yang terbesar di Sumatera. Taman ini membentang ke empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Taman ini terdiri dari Pegunungan Bukit Barisan yang merupakan wilayah dataran tertinggi di Sumatera, mata air-mata air panas, sungai-sungai beraliran deras, gua-gua, air terjun-air terjun dan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, Gunung Tujuh. Taman nasional ini juga memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di wilayah taman nasional termasuk bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi, dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum. Fauna di wilayah taman nasional terdiri antara lain Harimau Sumatra, Badak Sumatra, Gajah Sumatra, Macan Dahan, Tapir Melayu, Beruang Madu dan sekitar 370 spesies burung.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan termasuk dalam administrasi wilaya Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, di mana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Taman ini sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga jenis mamalia besar yang paling terancam di dunia: gajah Sumatera (kurang dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini), badak Sumatera (populasi global keseluruhan: 300 individu dan semakin berkurang drastis jumlahnya) dan harimau Sumatera (populasi global keseluruhan sekitar 400 individu). Taman ini masuk juga dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera melalui program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF. Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan (Wikramanayake, dkk., 1997), daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di dunia. Terakhir, pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat.